Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Desember 2011
Jumat, 11 November 2011
Rainy Mood
Nyanyian hujan hari ini membangkitkan ingatan ke beberapa ratus hari silam...jatuh ke satu dimensi lain, merasakan gerakan yang berbeda..
Tapi tidak untuk beberapa ratus hari berikutnya .. bahkan sama sekali tak ingin mengulang..
menata diri yang tidak pernah mudah namun kini berhasil..
Hujan masih belum mau berhenti.. baunya yang berbeda memberikan sensasi tersendiri untuk ratusan hari yang terkelang..
Dan aku tak lagi berusaha menggurat kata balasan...
Mabrook... semoga banyak manfaat setelahnya.. :)
Senin, 07 November 2011
You Are Never Alone
Sometimes, when the world's not on your side
You don't know where to run to
You don't know where to hide.
You gaze, at the stars in the sky
At the mountains so high
Through the tears in your eyes.
Looking for a reason,
to replace what is gone.
Just remember, remember
That you are never alone.
You are never alone (you are never alone)
Just reach into your heart
And Allah is always there.
You are never alone (you are never alone)
Through sorrow and through grief
Through happiness and peace
You are never alone.
So now as you long for your past
Prepare for your future
But knowing nothings going to last
You see this life is but a road
A straight and narrow path
To our final abode
So travel well O Muslim
And Paradise will be your home
And always remember
That you are never alone.
You are never alone (you are never alone)
Just reach into your heart
And Allah is always there.
You are never alone (Allah is there)
Through sorrow and through grief
Through happiness and peace
You are never alone.
You are never alone (you are never never alone)
Just reach into your heart
And Allah is always there.
You are never alone (you are never alone)
Through sorrow and through grief
Through happiness and peace
You are never alone.
Sometimes we become a backrest, but sometimes we also need a place to backrest...
you are never alone... :)
Sabtu, 15 Oktober 2011
Hijjaz - Lukisan Alam
Hidup tidak selalunya indah
Langit tak selalu cerah
Suram malam tak berbintang
Itulah lukisan alam
(Begitu aturan Tuhan)
Jadilah rumput nan lemah lembut
Tak luruh dipukul ribut
Bagai karang di dasar lautan
Tak terusik dilanda badai
Dalam suka hitunglah kesyukuranmu
Dalam senang awasi kealfaanmu
Setitis derita melanda
Segunung kurniaanNya
Usah mengharapkan ke segalanya
Dalam perjuangan penuh pengorbanan
Usah dendam berpanjangan
Maafkan kesalahan insan
(Begitu ajaran Tuhan)
Hasbiallah, Hasbunallah
HasbiRabbi jalallahu Ya Allah
Dalam diam taburkanlah baktimu
Dalam tenang buangkanlah amarahmu
Suburkanlah sifat sabar
(Di) dalam jiwamu itu
Langit tak selalu cerah
Suram malam tak berbintang
Itulah lukisan alam
(Begitu aturan Tuhan)
Jadilah rumput nan lemah lembut
Tak luruh dipukul ribut
Bagai karang di dasar lautan
Tak terusik dilanda badai
Dalam suka hitunglah kesyukuranmu
Dalam senang awasi kealfaanmu
Setitis derita melanda
Segunung kurniaanNya
Usah mengharapkan ke segalanya
Dalam perjuangan penuh pengorbanan
Usah dendam berpanjangan
Maafkan kesalahan insan
(Begitu ajaran Tuhan)
Hasbiallah, Hasbunallah
HasbiRabbi jalallahu Ya Allah
Dalam diam taburkanlah baktimu
Dalam tenang buangkanlah amarahmu
Suburkanlah sifat sabar
(Di) dalam jiwamu itu
Jumat, 30 September 2011
Edcoustic Feat Fika - 7 Surga
kumandang cinta bergema hingga ke hati
lafaz-lafaz asmara memanggil jiwa yang rapuh
rapuhnya aku Kau Maha Tahu
pagi siang malam dunia yang ku tuju
saat ku jatuh baru ku sadar kaulah segalanya
Tuhan ku angkat kedua tanganku
sudikah Engkau menerima cintaku
berdarah-darah akan ku tempuh
menggapai tarikat cinta-Mu
7 surgapun aku tak pantas
menerima diri yang bersimbah dosa
ku harap cinta dan ampunan-Mu
setinggi araz-Mu seluas semesta cinta
lafaz-lafaz asmara memanggil jiwa yang rapuh
rapuhnya aku Kau Maha Tahu
pagi siang malam dunia yang ku tuju
saat ku jatuh baru ku sadar kaulah segalanya
Tuhan ku angkat kedua tanganku
sudikah Engkau menerima cintaku
berdarah-darah akan ku tempuh
menggapai tarikat cinta-Mu
7 surgapun aku tak pantas
menerima diri yang bersimbah dosa
ku harap cinta dan ampunan-Mu
setinggi araz-Mu seluas semesta cinta
Selasa, 16 Agustus 2011
Aisyah Adinda kita
Aisyah adinda kita yang sopan
dan jelita
Angka SMP dan SMA sembilan
rata - rata
Pandai mengarang dan
organisasi
Mulai Muharam 1401 memakai
jilbab menutup rambutnya
Busana muslimah amat
pantasnya
Aisyah adinda kita yang sopan
dan jelita
Index Prestasi tertinggi tiga tahun
lamanya
Calon insinyur dan bintang di
kampus
Bulan Muharam 1404 tetap
berjilbab menutup rambutnya
Busana muslimah amat
pantasnya
Aisyah adinda kita tidak banyak
berkata
Aisyah adinda kita dia memberi
contoh saja
Ada sepuluh Aisyah berbusana
muslimah
Ada seratus Aisyah berbusana
muslimah
Ada sejuta Aisyah berbusana
muslimah
Ada sejuta Aisyah, Aisyah adinda
kita
Minggu, 07 Agustus 2011
Malabayeuen
Ya Allahu Allah e yaa..
Allah e yaa..Allah E yaa
Allah e yaa Allahu
He mala nyoe mala..
Nyoe deungo..deungo..
Lon kisah na saboh khabaran..
He mala nyoe mala..
Bayeun..bayeun..
Teurebang ka jidong cong
jeumpa..
Dille..dille..dille nanggroe aceh
nyoe..
That meugah bit makmu ngon
ceudah.
Jinoe..jinoe teungoh musibah..
Ujoe bak Allah teuka ie ngon
geumpa..
Teukeudi troh bala nyoe
Kon neu bri keu geutanyoe..
Peu tatem tanyoe tamoe..
Lagee ji moe keu getanyoe..
Bak watee tanyoe laloe..
Deungon piasan donya..
Peu na mantong teu ingat..
Tanyoe pujoe keu Rabbana..
Kiamat..kiamat..kiamat donya..
Le that ka buet salah maksiet
ngon keuji.
Bek sampoe Allah h’an peu
ampon desya.
Ya Allah bek dille..bek dille
neubri..
Kiamat..kiamat donya..
Le that ka buet salah maksiet
ngon keuji.
Bek sampoe Allah..
He’ mala nyoe mala..
Nyoe deungo..deungo..
Lon kisah na saboh khabaran..
He mala nyoe mala..
Bayeun..bayeun..
Teurebang ka jidong cong
jeumpa..
Allah e yaa..Allah E yaa
Allah e yaa Allahu
He mala nyoe mala..
Nyoe deungo..deungo..
Lon kisah na saboh khabaran..
He mala nyoe mala..
Bayeun..bayeun..
Teurebang ka jidong cong
jeumpa..
Dille..dille..dille nanggroe aceh
nyoe..
That meugah bit makmu ngon
ceudah.
Jinoe..jinoe teungoh musibah..
Ujoe bak Allah teuka ie ngon
geumpa..
Teukeudi troh bala nyoe
Kon neu bri keu geutanyoe..
Peu tatem tanyoe tamoe..
Lagee ji moe keu getanyoe..
Bak watee tanyoe laloe..
Deungon piasan donya..
Peu na mantong teu ingat..
Tanyoe pujoe keu Rabbana..
Kiamat..kiamat..kiamat donya..
Le that ka buet salah maksiet
ngon keuji.
Bek sampoe Allah h’an peu
ampon desya.
Ya Allah bek dille..bek dille
neubri..
Kiamat..kiamat donya..
Le that ka buet salah maksiet
ngon keuji.
Bek sampoe Allah..
He’ mala nyoe mala..
Nyoe deungo..deungo..
Lon kisah na saboh khabaran..
He mala nyoe mala..
Bayeun..bayeun..
Teurebang ka jidong cong
jeumpa..
Sabtu, 23 Juli 2011
Doa Qalbu
Di malam penuh bintang
Di atas sajadah yang ku bentang
Sedu sedan sendiri
Mengadu pada Yang Maha Kuasa
Betapa naif diriku ini
hidup tanpa ingat pada-Mu
Urat nadipun tahu aku hampa
Di malam penuh bintang
Di bawah sinar bulan purnama
Ku pasrahkan semua
Keluh dan kesah yang aku rasa
Sesak dadaku menangis pilu
Saat ku urai dosa-dosaku
Dihadapan-Mu ku tiada artinya
Doa qalbu tak bisa aku bendung
Deras bak hujan di gurun sahara
Hatiku yang gersang
Terasa oh tenteram
**********||**********
Biarkanlah embun-embun itu selalu hadir sebagai penyejuk untuk selalu mengingat-Mu..
Tentunya diri-Mu lebih tau betapa lamanya hati ini terbiarkan kering.
Maka jangan biarkan embun-embun itu menghilang walau sedetik pun.
Mungkin itu memang cara-Mu untuk melihat seberapa sanggup bertahannya diri ini.
Ini masih terlalu dini, ketika embun-embun itu benar-benar menghilang dan tak meninggalkan sisanya sedikitpun maka tak sulitlah bagi hati yang belum terlatih ini untuk kembali menjadi kering..
**********||**********
Hanya Engkau yang tahu siapa aku
Tetapkanlah seperti malam ini
Sucikan diriku
Selama-lamanya
Di atas sajadah yang ku bentang
Sedu sedan sendiri
Mengadu pada Yang Maha Kuasa
Betapa naif diriku ini
hidup tanpa ingat pada-Mu
Urat nadipun tahu aku hampa
Di malam penuh bintang
Di bawah sinar bulan purnama
Ku pasrahkan semua
Keluh dan kesah yang aku rasa
Sesak dadaku menangis pilu
Saat ku urai dosa-dosaku
Dihadapan-Mu ku tiada artinya
Doa qalbu tak bisa aku bendung
Deras bak hujan di gurun sahara
Hatiku yang gersang
Terasa oh tenteram
**********||**********
Biarkanlah embun-embun itu selalu hadir sebagai penyejuk untuk selalu mengingat-Mu..
Tentunya diri-Mu lebih tau betapa lamanya hati ini terbiarkan kering.
Maka jangan biarkan embun-embun itu menghilang walau sedetik pun.
Mungkin itu memang cara-Mu untuk melihat seberapa sanggup bertahannya diri ini.
Ini masih terlalu dini, ketika embun-embun itu benar-benar menghilang dan tak meninggalkan sisanya sedikitpun maka tak sulitlah bagi hati yang belum terlatih ini untuk kembali menjadi kering..
**********||**********
Hanya Engkau yang tahu siapa aku
Tetapkanlah seperti malam ini
Sucikan diriku
Selama-lamanya
Rabu, 13 Juli 2011
Andai Waktu Memangilku
Ya Rabbi beri kami
Cahaya penerang digelapnya hati
Jauh sudah langkah kaki
Lewati jutaan detik tak kembali
Ilahi ampuni kami
Dosa-dosa mewarnai diri
Hati lupa kadang terlena
Mimpi dunia menggoda sang jiwa
Andai waktu memanggilku
Berharap tersenyum di akhir masaku
Maafkanlah ampuni diriku
Hati ‘kan memohon di
kemahaan-Mu
Tangan ini hati ini
Hari-hari berlalu ‘kan jadi saksi-Mu
Dan tak bisa ku sembunyi
Suka duka nestapa tiada hati bisa berdusta
"Garis ini adalah
pengharapan dan garis yang ini
adalah batas kematian manusia.
Maka disaat ia seperti demikian
itu, tiba-tiba datanglah
kepadanya garis yang lebih dekat".
(HR: Bukhari)
Angan-angan itu sangat panjang sehingga seringkali tak berubah menjadi tindakan bahkan hingga ruh tak lagi menyemayami raga.
Apa yang terfikirkan saat ini benar-benar hanya angan yang mengambil porsi lebih dibandingkan tindakan..
Selalu berangan menjadi lebih baik, menjadi lebih baik, dan menjadi lebih baik.
Namun tindakan yang terukir sungguh sangat tak menjamin.
Waktu tanpa bisa kita cegah akan terus bergulir.
Tersadarkah kapan saat itu akan tiba??
Tidak..
Semua telah disusun dengan rapi oleh-Nya.
Jadwal-jadwal itu telah terpahat tanpa bisa dihapus.
Itulah rahasia-Nya.
Kita datang tidak
diminta, kita pulang tidak diduga.
Bila sanggup hidup, mesti
sanggup mati. Bila sanggup
datang, mesti sanggup pulang.
Kita hanya menghabisi bilah-bilah hari yang telah ditentukan.
Tujuan ke sini untuk diuji, tiba
masanya pasti kembali.
Yaa..saat perpisahan itu pasti tiba.
Kembali waktu memainkan perannya.
Adakah hal ini terfikirkan sebelumnya..?
Tak terpungkiri terkadang hanya bisa mengutuki diri untuk suatu keterlambatan.
Padahal kalimat bijak menguraikan bahwa tak ada kata terlambat untuk hal yang baik.
Yaa..tetap ada sesal untuk banyak hal yang tak terlakukan di waktu yang lalu.
Banyak hal yang masih harus d pelajari, dipahami, dilakukan.
Selalu berharap waktu masih berpihak hingga ketika masanya mulut tak lagi berbicara, mata tak lagi melihat, telinga tak mendengar, tangan tak lagi menyentuh, dan kaki tak lagi melangkah, semua bekal bisa terkumpul dengan baik.
Rabbana..
Tangan kami..
Kaki kami..
Mulut kami..
Mata hati kami..
Luruskanlah..
Kukuhkanlah..
Di jalan cahaya..
Cahaya penerang digelapnya hati
Jauh sudah langkah kaki
Lewati jutaan detik tak kembali
Ilahi ampuni kami
Dosa-dosa mewarnai diri
Hati lupa kadang terlena
Mimpi dunia menggoda sang jiwa
Andai waktu memanggilku
Berharap tersenyum di akhir masaku
Maafkanlah ampuni diriku
Hati ‘kan memohon di
kemahaan-Mu
Tangan ini hati ini
Hari-hari berlalu ‘kan jadi saksi-Mu
Dan tak bisa ku sembunyi
Suka duka nestapa tiada hati bisa berdusta
"Garis ini adalah
pengharapan dan garis yang ini
adalah batas kematian manusia.
Maka disaat ia seperti demikian
itu, tiba-tiba datanglah
kepadanya garis yang lebih dekat".
(HR: Bukhari)
Angan-angan itu sangat panjang sehingga seringkali tak berubah menjadi tindakan bahkan hingga ruh tak lagi menyemayami raga.
Apa yang terfikirkan saat ini benar-benar hanya angan yang mengambil porsi lebih dibandingkan tindakan..
Selalu berangan menjadi lebih baik, menjadi lebih baik, dan menjadi lebih baik.
Namun tindakan yang terukir sungguh sangat tak menjamin.
Waktu tanpa bisa kita cegah akan terus bergulir.
Tersadarkah kapan saat itu akan tiba??
Tidak..
Semua telah disusun dengan rapi oleh-Nya.
Jadwal-jadwal itu telah terpahat tanpa bisa dihapus.
Itulah rahasia-Nya.
Kita datang tidak
diminta, kita pulang tidak diduga.
Bila sanggup hidup, mesti
sanggup mati. Bila sanggup
datang, mesti sanggup pulang.
Kita hanya menghabisi bilah-bilah hari yang telah ditentukan.
Tujuan ke sini untuk diuji, tiba
masanya pasti kembali.
Yaa..saat perpisahan itu pasti tiba.
Kembali waktu memainkan perannya.
Adakah hal ini terfikirkan sebelumnya..?
Tak terpungkiri terkadang hanya bisa mengutuki diri untuk suatu keterlambatan.
Padahal kalimat bijak menguraikan bahwa tak ada kata terlambat untuk hal yang baik.
Yaa..tetap ada sesal untuk banyak hal yang tak terlakukan di waktu yang lalu.
Banyak hal yang masih harus d pelajari, dipahami, dilakukan.
Selalu berharap waktu masih berpihak hingga ketika masanya mulut tak lagi berbicara, mata tak lagi melihat, telinga tak mendengar, tangan tak lagi menyentuh, dan kaki tak lagi melangkah, semua bekal bisa terkumpul dengan baik.
Rabbana..
Tangan kami..
Kaki kami..
Mulut kami..
Mata hati kami..
Luruskanlah..
Kukuhkanlah..
Di jalan cahaya..
Langganan:
Postingan (Atom)
