Selasa, 08 Mei 2012

DEADLINE DIRI


Bisa jadi sikap dewasa itu belum saya dapatkan karena hingga saat ini saya belum mendeadline kan diri untuk bisa bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri. Terkadang memang sulit bagi saya untuk mengelola self primary demi mencapai kualitas terbaik. Seringkali di satu waktu saya bersemangat menuliskan action plan untuk pencapaian hidup saya, namun di waktu lainnya saya tak melakukan eksekusi dari rencana tersebut. Hal ini mungkin yang menjadikan desain hidup yang saya paparkan tidak pernah tuntas. Saya sangat mengangumi ketika ada orang-oarng yang melakukan pencapaian terhadap hidupnya sekecil apapun itu. Saat ini saya hanya berusaha untuk mematikan apologi yang ada dalam diri, dan mencari bahan bakar yang berkualitas untuk membakar diri. Semoga saya bisa berevolusi menjadi lebih baik agar umur yang semakin berkurang ini tidak menjadi sia-sia. 
HAMASAH SARAH... !!!



Enjoy your life but make the good goal...!!!

Selasa, 21 Februari 2012

Selembar Kertas Kecil

Buku ini beberapa bulan lalu sempat tak ada ditempatnya. Sejenak sempat menjadi teman yang membagikan kisah bagi seorang sahabat. Beberapa bulan berikutnya buku ini dikembalikan masih dalam keadaan yang sama. Buku yang masih meninggalkan beberapa halaman yang belum habis saya baca. Malam ini lembaran-lembaran buku ini kembali saya buka, memastikan baris-baris mana yang belum terlahap sempurna oleh mata dan kisah-kisah mana yang masih asing dalam ingatan. Ketika membuka halaman 312, mata saya langsung terpaku pada selembar kertas kecil yang terlihat seperti batasan bacaan, hmm atau mungkin tidak sengaja tertinggal. Kertas kecil yang berupa fotocopy kartu mahasiswa yang mencantumkan nama sahabat yang meminjam buku ini. Sahabat yang kini sudah lebih dulu menghadap-Nya. Menariknya adalah prolog yang terdapat pada kisah di halaman tersebut, prolog yang membuat cairan bening ini tumpah.

Utsman hanya akan menunduk hening jika disebut tentang neraka, tapi tangisnya menggugu mengguncang bahu saat kubur diperdengarkan. "Andaipun disiksa, " ujarnya, "di Jahanam kita akan punya banyak kawan, adapun di alam barzakh, kesendirian itu pasti sudah sangat mengerikan."


***

Dan lagi baru tersadari ternyata hari ini tepat 44 hari...

Ya Allah, sesungguhnya ia berada dalam jaminan dan tali perlindungan-Mu. Maka lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka. Engkaulah yang Maha memenuhi janji dan memiliki kebenaran. Ya Allah, ampuni dan kasihanilah ia, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. (HR. Ahmad dan Abu Daud)

"aci ci ek jd wanita carer cut kak he...8x" (potongan kenangan)

Hidup Bersama Allah


...Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata sekelompok orang bersatu untuk mendatangkan sesuatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan andaikata mereka bersatu untuk mendatangkan sesuatu yang mencelakakanmu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali musibah yang memang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering. (HR. Tirmidzi)
Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya dihadapanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu, tidaklah akan menimpamu. Dan apa yang ditetapkan akan menimpamu, tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, dan kemudahan itu bersama kesulitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.

Alegori


Saling bersisiannya kita adalah ketika masing-masing dari kita membangun sekat dengan pilar yang begitu kokoh kemudian bersama menghancurkannya hingga kita tak merasa berada di sisi-sisi yang berbeda.

Minggu, 29 Januari 2012

Bahkan...


sekalipun itu telah berubah tak ingin tervisualkan...

Visual

Bagian ini selalu menjadi representasi paling akurat dari perasaan
Entah itu jika perasaan kuat atau pun lemah, entah itu terlalu bahagia, sedih, atau bahkan kesepian. Bagian ini pun selalu mentransfer bermacam hal yang ditemukannya ke dalam satu bilik yang selalu berubah-ubah peri keadaannya, cinta kemudian benci, kesal kemudian bersyukur, penuh ketidaktahuan kemudian pemahaman.


Senin, 26 Desember 2011

Rindu Di Balik Mimpi (3)

Puing-puingnya tak tampak lagi, tak tersisa untuk memberi bekas kenangan. Hanya beberapa bangunan megah sebagai penanda. Tak ada lagi ratap, mungkin sedikit ingatan. Bagian mana yang harus dikenang pun sudah terbuang, agar pilu tak lama mendekam. Namun sejenak melewati setapak lain selalu menggugah. Tak harus berada di tempat itu dan ketika itu hanya agar bisa merasakannya. Jangan ditanya bagaimana rasa kehilangan yang terkadang menyesakkan. Jangan ditanya berapa banyak gambar yang hadir setiap malam ketika terpejam semenjak hari itu. Jangan pula mengungkit tetesan yang jatuh setelah melihat potret di surat kabar selama berhari-hari. Benar kalau kita sama, tapi tak harus bersama. 

Sore ini melewati lagi hunianmu, tapi situasinya selalu sama, kosong. Bisakah ketika mengetuk, seperti biasa kau yang membukanya. Bisakah ketika masuk, seperti biasa kau membawakan makanan. Bagaimana bisa tak terpaku, jika hunian itu masih terus memberi harapan. Bahkan terkadang mencoba untuk mengabaikan ketika melewatinya, tapi selanjutnya tersesalkan.

Apa kabar? Kenapa lama sekali tak hadir lagi. Hanya untuk sekedar menyapa, mengatakan bahwa dirimu baik-baik saja. Maaf untuk hari-hari terakhir tak membiarkanmu menghubungi, sebenarnya hanya ingin mengganggumu, tapi ternyata benar-benar tak ada lagi panggilan yang menyapa setiap malam yang sering kau lakukan hanya untuk menanyakan tugas, yang sebenarnya itu hanya alasan agar kita berbicara berjam-jam di telepon, membicarakan hal-hal yang tidak penting.   
Apa kabar? Fotomu sudah lama tak terpajang, mungkin mereka sudah jengah. Maaf, entah mengapa aku pun tak mengambilnya. Padahal kau sangat cantik, selalu.
Apa kabar? Ini sudah ribuan hari, tapi mengapa masih belum ada kabar tentangmu. Berharap ketika sedang berjalan kita berpapasan dan kau menyapa dengan panggilan kesayangan yang kau buat, "sarmut". Taukah panggilan itu masih tergunakan.

Untukmu yang sering mengotori baju seragam, untukmu yang setiap malam menghubungi, untukmu yang selalu berlindung di belakang punggung, untukmu si pemilik dagu indah, hanya ada doa yang semoga bisa tersampaikan...

Inilah garis-Nya, garis yang harus dilewati bagi kita yang hanya sementara. Di manapun kini, semoga Allah mencurahkan semua kebaikan untukmu, Mutia... 
Keyakinan ini masih sangat besar... J

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...